ANALISIS PRODUKTIVITAS BONGKAR MUAT CONTAINER (STUDI KASUS PELABUHAN MURHUM KOTA BAU – BAU)
Abstrak
Pelabuhan Murhum Kota Baubau merupakan salah satu pelabuhan strategis di wilayah Sulawesi Tenggara yang berperan penting dalam mendukung aktivitas distribusi logistik dan perdagangan regional. Kinerja operasional pelabuhan, khususnya pada aktivitas bongkar muat peti kemas, menjadi indikator utama dalam menilai efektivitas pelayanan dan efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat produktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Murhum, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas tersebut, serta merumuskan strategi peningkatan kinerja operasional pelabuhan. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) yang memadukan pendekatan kuantitatif melalui perhitungan indikator kinerja operasional meliputi Box/Crane/Hour (BCH), Box/Ship/Hour (BSH), dan Berth Occupancy Ratio (BOR)dan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi lapangan, serta analisis deskriptif untuk menggali informasi mendalam terkait hambatan teknis dan operasional di lapangan. Data yang dianalisis mencakup arus kunjungan kapal, arus bongkar muat peti kemas, serta waktu operasional bongkar muat selama periode 2022–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai BCH dan BSH masih berada di bawah standar pelayanan nasional pelabuhan komersial, sedangkan nilai BOR berada pada ka mengindikasikan tingkat pemanfaatan dermaga yang belum maksimal. Faktor-faktor utama yang memengaruhi rendahnya produktivitas mencakup keterbatasan alat bongkar muat, prosedur operasional yang belum efisien, keterbatasan tenaga kerja bongkar muat, gangguan cuaca, serta penumpukan peti kemas di container.Berdasarkan hasil tersebut, strategi peningkatan kinerja diarahkan pada optimalisasi utilisasi peralatan bongkar muat, penerapan sistem penjadwalan operasional berbasis digital, pembenahan tata kelola lapangan penumpukan, serta peningkatan kompetensi dan jumlah tenaga kerja. Secara keseluruhan, penelitian ini diharapkan menjadi dasar rekomendasi bagi pengelola pelabuhan dalam meningkatkan efisiensi bongkar muat dan daya saing Pelabuhan Murhum.



